3 alasan ini menunjukkan bahwa sebenarnya pernikahan adalah semua hal tentang diri Anda.

 

Ketika Anda menikah, Anda akan mendengar berbagai macam nasihat dari orang-orang di sekitar Anda, seperti “Dalam pernikahan, kehidupan tidak lagi semuanya tentang dirimu” atau “Selalu utamakan pasanganmu”. Nasihat-nasihat tersebut adalah nasihat yang bagus karena mengajarkan kita untuk tidak egois terhadap pasangan kita. Tapi penting juga untuk disadari, bahwa di satu sisi sebenarnya pernikahan itu adalah semua hal tentang diri kita.

Hal ini mungkin awalnya terdengar aneh. Tapi coba simak 3 alasan di bawah ini yang menunjukkan bahwa sebenarnya pernikahan adalah semua hal tentang diri Anda.

 

  1. Anda harus menjadi orang yang tepat

Untuk menemukan orang yang tepat, Anda terlebih dahulu harus menjadi orang yang tepat.

Saya teringat sebuah pengalaman saya beberapa tahun lalu saat masih sekolah. Guru kami meminta kami untuk menulis daftar kualitas yang kami inginkan pada diri calon pasangan kami. Dan saya tanpa malu-malu menuliskan rincian yang sangat bagus dan eksklusif. Kemudian setelah kami selesai menulis, guru kami berkata, “JIka kalian ingin pasangan kalian kelak memiliki kualitas seperti yang kalian tulis, terlebih dahulu kalian yang harus mempunyai kualitas-kualitas itu di diri kalian.”

Maka, daftar kualitas yang saya inginkan untuk calon pasangan saya berubah menjadi daftar kualitas yang harus saya bentuk pada diri saya.

Beginilah seharusnya pola piker kita dalam mencari pasangan. Bukan hanya menghabiskan waktu untuk mencari pasangan potensial yang memiliki kualitas sesuai dengan yang kita harapkan. Tapi kita yang seharusnya terlebih dahulu menjadi orang yang tepat yang diharapkan oleh calon pasangan kita. Karena pacaran bukan seperti memilih apel, tetapi tentang menjadi orang yang tepat untuk pasangan kita.

 

  1. Tugas Anda dalam hubungan Anda adalah meningkatkan kualitas diri Anda

Ketika Anda sudah terjun dalam kehidupan pernikahan, tugas Anda bukan untuk meningkatkan kualitas diri pasangan Anda tetapi kualitas diri Anda untuk pasangan Anda.
Cara memulai pernikahan yang sudah pasti salah adalah dengan berpikir, “Saya tidak menyukai sifat pasangan saya yang seperti ini, tapi saya akan mengubahnya setelah kita menikah.” Sebagai gantinya, cintai mereka dengan segala kekurangannya, dan ubah diri Anda menjadi lebih baik. Dengan begitu, pasangan Anda mungkin akan terinspirasi untuk memperbaiki diri saat melihat Anda sedang memperbaiki diri.

Seringkali, ketika ada yang tidak beres dalam pernikahan, orang mencari-cari apa yang salah dari pasangan mereka dan menyalahkan mereka. Karena pasangan Anda tidak akan pernah sempurna, dan pertengkaran selalu terjadi setidaknya di antara dua orang. Selain masalah serius seperti kekerasan, selalu ada hal-hal yang bisa Anda perbaiki untuk membantu pernikahan Anda.

Jika Anda ingin memperbaiki pernikahan Anda, jangan melihat pasangan Anda, lihat ke dalam diri Anda.

 

  1. Anda harus dengan sadar memutuskan untuk mencintai pasangan Anda setiap hari

Pada awal masa PDKT, cinta begitu mudah dating. Tapi ketika Anda telah melewati fase bulan madu, cinta bukan lagi sebuah perasaan yang tiba-tiba muncul tapi menjadi sebuah pilihan yang harus dilakukan.

Sepanjang kita membicarakan tentang pernikahan dan betapa luar biasanya sebuah pernikahan, ada kenyataan bahwa kadangkala sulit untuk menunjukkan cinta pada pasangan. Entah karena Anda sedang sibuk melakukan suatu hal atau karena pasangan Anda sering mengganggu Anda. Tidak ada yang harus lebih diutamakan selain cinta. Anda tidak bisa mengharapkan cinta bisa terjadi begitu saja. Mencintai adalah sebuah kata kerja. Maka dari itu, Anda harus membuat keputusan secara sadar untuk melakukannya.
Bila Anda ingin memperbaiki pernikahan Anda (sebagaimana seharusnya), lihatlah diri Anda terlebih dahulu. Anda harus menjadi orang yang tepat untuk pasangan Anda, fokuslah untuk memperbaiki diri Anda dan bukan pasangan Anda, dan buatlah pilihan sadar untuk menunjukkan cinta kepada mereka setiap hari.

 

 

Sumber Artikel dari www.familyshare.com
Ditulis oleh McKenna Park
Diterjemahkan oleh Fany Arsiyanti

Sumber Gambar dari rachelnikoagainsttheworld.com

 

Newsletter signup

Just simple MailerLite form!

Please wait...

Selamat Anda telah bergabung! Silahkan cek email Anda untuk mendapatkan link download eBook GRATIS dari kami.