Dalam sebuah hubungan, apapun itu, pasti ada rasa cemburu di dalamnya. Dan benar seperti kata Vidi Aldiano, ‘cemburu menguras hati’. Saya yakin hampir semua orang atau mungkin bahkan semua orang merasa tersiksa ketika mereka merasa cemburu. Sebelum membahas lebih dalam lagi tentang cemburu. Alangkah baiknya jika kita mengenal lebih dalam, apa sih cemburu itu?

 

Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia, cemburu berarti curiga karena iri hati, atau merasa kurang senang ketika orang lain beruntung. Namun, apa kata psikolog tentang hal ini? Menurut Robert L. Leahy, penulis buku Anxiety Free, The Worry Cure and Beat The Blues, cemburu adalah suatu bentuk kekhawatiran yang bercampur dengan kemarahan. Anda pasti pernah merasakan cemburu, bukan? Entah terhadap pasangan Anda, orang tua Anda, atau bahkan saudara kandung Anda. Ketika Anda cemburu pada pasangan misalnya, Anda akan merasakan kekhawatiran. Khawatir kalau pasangan Anda akan meninggalkan Anda demi orang lain. Rasa cemburu merupakan wujud dari rasa tidak aman yang paling dalam dari diri Anda. Lantas, salahkah bila kita cemburu?

 

Karena cemburu merupakan sebuah emosi yang universal, maka wajar jika setiap orang yang merasa memiliki sesuatu, suatu hari akan dilanda perasaan cemburu. Tapi kita harus menanyakan pada diri kita sendiri. Pantaskah kita cemburu? Mengapa kita cemburu? Ada banyak alasan mengapa orang merasa cemburu. Orang merasa cemburu karena dia ingin melindungi dirinya dari suatu ancaman tertentu. Ancaman akan kehilangan seseorang atau sesuatu yang mereka rasa menjadi milik mereka. Beberapa orang menjadikan rasa cemburu sebagai strategi untuk mengetahui bagaimana perasaan pasangan terhadap mereka. Selain itu orang merasa cemburu biasanya untuk mempertahankan harga dirinya. Orang yang cemburu justru adalah orang yang harga dirinya tinggi.

 

Kalau begitu, bagaimana mengatasi rasa cemburu? Sebelumnya kita harus bisa membedakan rasa cemburu dengan perilaku cemburu. dan yang selama ini sering menjadi penyebab kandasnya sebuah hubungan adalah perilaku cemburu. Sama halnya dengan marah. Marah dengan perilaku marah adalah dua hal yang berbeda. kita bisa merasa marah, tapi kita tidak selalu harus menunjukkan perilaku marah. dan mengapa perilaku cemburu menimbulkan masalah dalam sebuah hubungan? Karena ketika orang cemburu, maka pemikirannya akan dipenuhi dengan hal-hal yang negatif. orang yang merasa cemburu cenderung memandang rivalnya secara subyektif dan negatif. contohnya, ketika seorang perempuan cemburu terhadap mantan kekasihnya yang sekarang. Dia akan memandang perempuan mantan kekasihnya itu secara negatif. jika suatu hari dia bertemu dengan mantan tersebut yang sedang berdandan rapi karena habis show, perempuan tadi bisa jadi berpikir bahwa sang mantan tadi sengaja berdandan cantik untuk memikat kembali kekasihnya. Dan bisa jadi lagi jika sang laki-laki menjabat tangan mantannya tadi, sang perempuan akan marah dan menuduh bahwa kekasihnya masih cinta pada mantannya. Lalu apa yang terjadi, sang laki-laki akan merasa tersinggung karena dituduh terus-menerus, dan si perempuan akan semakin terpuruk ke dalam juang.Dan dengan begitu mudahnya sebuah hubungan bisa berakhir.

 

Jadi, sebagai manusia yang dikaruniai akal. Kita mampu mengontrol perilaku kita. Dengan begitu kita bisa menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Kita harus mampu membedakan rasa cemburu dengan perilaku cemburu. Ada yang bilang cemburu adalah tanda cinta. Jika benar, lantas mengapa sebuah hubungan bisa berakhir karena kecemburuan. Sebenarnya, cemburu merupakan rasa yang muncul karena kita merasa memiliki hak atas orang lain. Dan itu tidaklah benar. Kita tidak memiliki hak atas diri orang lain, tapi kita memiliki hak untuk membuat ketegasan dalam sebuah komitmen. Dalam sebuah hubungan dengan komitmen yang serius dan resmi, seperti pernikahan, rasa cemburu bisa dibenarkan dengan porsi yang tepat. Jadi, sebenarnya yang perlu dikontrol adalah perilaku cemburu. Yaitu bagaimana kita mengatasi rasa cemburu itu. Jangan sampai saking cemburunya kita, sampai-sampai kita menyakiti orang yang kita cintai.

 

Ditulis oleh Fany Arsiyanti
Sumber Gambar dari dramabeans.com

Newsletter signup

Just simple MailerLite form!

Please wait...

Selamat Anda telah bergabung! Silahkan cek email Anda untuk mendapatkan link download eBook GRATIS dari kami.