Komunikasi yang Kurang Harmonis

Apa yang Memicu Komunikasi Anda dan Pasangan Menjadi Kurang Harmonis ?

 

Menurut penelitian, hampir setiap pertengkaran bermula saat salah satu pihak mulai merendahkan pasangannya. Tanpa disadari, kita sering melakukan hal itu pada pasangan kita. Benarkah? Ya, mungkin Anda tidak menyadarinya. Kita seringkali memberikan penilaian lewat ucapan yang nyatanya sudah menyinggung harga diri pasangan kita. Lantas, ucapan yang bagaimanakah yang terkesan merendahkan? Berikut ini adalah 4 hal yang perlu Anda hindari agar tidak menyinggung perasaan pasangan Anda.

 

  1. Menggunakan Kata “kamu” dengan Nada Memerintah

“Kamu harusnya ngerti posisiku, dong!” “Kamu ini nggak perhatian banget jadi orang!”

Apakah Anda pernah mengucapkan itu pada pasangan Anda? Ya. Ucapan di atas adalah salah satu contoh ucapan yang merendahkan pasangan Anda. Tidak ada salahnya menggunakan kata “kamu” , jika tidak diucapkan dengan nada memerintah atau menghakimi. Namun, jika sebaliknya, bisa jadi pasangan Anda akan merasa tersinggung, apalagi jika Anda mengucapkannya di depan umum. Dan hal seperti inilah yang akhirnya memicu pertengkaran dengan pasangan.

 

  1. Menggeneralisirkan Sesuatu

Tanpa kita sadari, kita seringkali merendahkan pasangan dengan kata ‘selalu’ dan ‘tidak pernah’. Faktanya, kata-kata tersebut justru menimbulkan kesan menghakimi. Misalnya : “Kamu selalu saja keluar dengan teman – temanmu” atau “Kamu tidak pernah mendengarkan aku”. Padahal realitanya, pasangan Anda baru melakukan hal itu 2 atau 3 kali saja. Inilah yang disebut menggeneralisirkan sesuatu. Mungkin maksud Anda adalah agar pasangan kita berubah dan tidak melakukan hal itu lagi. Namun sayangnya, pernyataan seperti ini justru lebih menunjukkan  kesan menghakimi daripada  kesan mengajak untuk berubah. Akibatnya, bukannya pasangan Anda berubah tetapi malah menimbulkan pertengkaran.

 

 

  1. Keras pada Orangnya, Lembut pada Masalahnya

Kamu ini bego banget sih!”  “malas banget sih jadi orang!”

Ada dua elemen penting dalam sebuah komunikasi, yaitu ‘subjek’ atau orang yang Anda ajak bicara dan permasalahan yang sedang dibicarakan. Orang yang bisa berkomunikasi dengan efektif tahu bagaimana memisahkan antara ‘masalah’ dan ‘subjek’ dalam setiap obrolan, dan akan memakai kalimat yang lebih fokus kepada masalah tetapi tetap lembut kepada lawan bicaranya. Sebaliknya, jika ada masalah, seringkali orang menyerang lawan bicaranya, bukannya fokus terhadap masalah. Hal ini seringkali memicu terjadinya pertengkaran.

 

 

  1. Mengabaikan Perasaan Pasangan

Mengabaikan perasaan lawan bicara juga termasuk perilaku yang meremehkan. Misalnya : “Perhatianmu itu nggak ada gunanya!”   “Keluhanmu itu nggak masuk akal!”   “Kamu terlalu membesar-besarkan masalah”. Saat kita tidak sependapat dengan apa yang dirasakan oleh lawan bicara kita, biasanya akan mudah sekali muncul perasaan marah, tersakiti dan rasa benci. Ini adalah salah satu pemicu terjadinya pertikaian dalam sebuah hubungan.  

Nah, apakah Anda dan pasangan sering melakukan 4 hal di atas? Tak perlu khawatir, karena Anda masih bisa memperbaikinya selama Anda dan pasangan Anda memiliki kemauan.

TANDA KE 2 – HUBUNGAN INTIM BERKURANG