Tak terasa kita sudah sampai di penghujung tahun. Artinya, kita akan segera menyambut natal dan tahun baru. Sudahkah Anda menyiapkan hadiah untuk orang-orang yang Anda kasihi? Jangan lupa untuk selalu menyertakan pemikiran Anda dalam memberikan hadiah tersebut. Berikut ini adalah sebuah kisah yang ditulis O Henry yang menyampaikan tentang betapa pentingnya sebuah pemikiran di balik hadiah.

Kisah ini menceritakan pasangan miskin yang selalu berusaha untuk membelikan hadiah natal yang layak untuk satu sama lain. Della, seorang istri yang masih muda, tertekan oleh perasaan bahwa dia tidak mampu memngumpulkan uang yang cukup untuk membelikan kado yang berharga untuk suaminya , Jim meskipun dia sudah berusaha. Kemudian dia melihat ke arah cermin di apartemennya yang kumuh dan mendapati rambut panjangnya yang indah seperti sutra, yang tentu sangat ia cintai lebih dari apapun. Tanpa berpikir panjang, dia bergegas ke sebuah toko aksesoris rambut di seberang jalan untuk menjual rambut indahnya itu.

Sekarang dia keluar dari toko tersebut dengan model rambut pendek seperti laki-laki, memegang banyak uang yang baru saja ia dapatkan. Kemudian dia pergi keliling kota untuk mencari hadiah yang sempurna untuk suaminya. Saat dia berjalan membabibuta dari toko ke toko, tiba-tiba ada sesuatu yang menghentikannya di depan sebuah toko perhiasan. Penting untuk diketahui bahwa barang Jim yang paling berharga adalah jam saku emas kuno yang diberikan oleh ayahnya, yang mana jam tangan itu adalah warisan dari kakeknya. Dan sekarang di jendela took di depannya ada rantai jam saku yang sangat sempurna dalam kesederhanaan dan keanggunannya, seperti Jim. Della langsung membeli rantai tersebut dan bergegas pulang untuk bersiap menyambut Jim pulang kerja. Makan malam sudah siap di meja dan Della merasa cemas. Bagaimana jika Jim tidak lagi tertarik padanya? Apa dia masih mencintaiku dengan rambut pendekku? Kemudian, Jim masuk dan ketika matanya menatap Della, wajahnya tampak pucat dan dia menatapnya dengan tatapan aneh. Della yang takut akan kemungkinan terburuk, bergegas menghampiri Jim dengan rantai emas di tangannya dan berkata, “Jim, saying, jangan mengkhawatirkan rambutku, aku sudah menjualnya untuk membelikanmu rantai emas yang indah ini untuk jam saku mu!”. Kemudian jim melihat ke bawah dan menarik satu set sisir anggun yang dihias cantik dari sakunya, dan menjawab: “Jamnya sudah tidak ada saying, aku sudah menjualnya untuk membelikan sisir ini untuk rambutmu.“

Sangat mudah untuk membayangkan bagaimana hadiah yang sudah tidak diperlukan lagi ini tetap menjadi harta karun bagi pasangan muda, bukan karena ketidakbergunaannya tapi karena pengorbanan untuk mendapatkannya. Mereka sekarang menyadari seberapa jauh mereka mau menunjukkan cinta mereka untuk satu sama lain dan betapa tak ternilai dengan apapun cinta mereka.

Tentu saja, tidak setiap hadiah bisa menjadi berarti dalam kehidupan sesorang seperti yang telah dideskripsikan di atas. Tapi tetap saja, jika ada pemikiran di balik hadiah tersebut, jika pemberi mengutamakan kebutuhan pasangannya di atas kepentingannya sendiri dan menunjukkan betapa mereka memahami pasangannya, dampak bagi kedua belah pihak bisa jadi sangat ajaib. Tapi bagaimana Anda melakukan hal ini? Bagaimana Anda bisa begitu mengerti apa yang mereka butuhkan dan kapan mereka membutuhkannya? Baiklah, untuk memulainya Anda perlu membuang ego dan perhatian. Anda perlu mengutamakan kebutuhan pasangan Anda secara sadar di atas kepentingan Anda sendiri dan Anda perlu mengenal pasangan Anda sedalam-dalamnya.

Nah, semoga cerita di atas dapat menginspirasi Anda tentang seni dalam memberi. Selamat menemukan kado spesial untuk pasangan Anda!

 

Ditulis oleh Daniel Arseneault
habisnikahngapain.com
Diterjemahkan oleh Fany Arsiyanti

Newsletter signup

Just simple MailerLite form!

Please wait...

Selamat Anda telah bergabung! Silahkan cek email Anda untuk mendapatkan link download eBook GRATIS dari kami.