Saya menemukan sebuah kisah yang menarik di internet. Saya pribadi berpendapat bahwa ketika kita sudah menikah, bukanlah hal yang bijak apabila menceritakan kehidupan rumah tangga kita kepada keluarga dan teman. Kenapa? Karena seringkali saran yang diberikan akan bias, karena mereka biasa akan ada di pihak kita. Kisah dibawah ini adalah contoh ketika Ibu memberi masukan yang bijak. Apapun pilihan kita dan apapun saran yang kita terima sebaiknya kita pertimbangkan dulu dan jangan pernah berusaha mencari jalan pintas.

 

Seseorang wanita yang baru saja menikah datang pada ibunya dan mulai mengeluh tentang tingkah laku pasangannya itu. Setelah menikah ia baru tahu karakter asli pasangannya yang keras kepala, suka bermalas-malasan, boros, dan lain-lain.

 

Wanita ini berharap orang tuanya ikut mendukung dia menyalahkan suaminya itu. Namun dia sangat kaget karena saat itu sang ibu hanya diam saja… bahkan kemudian ibunya pergi ke dapur, sementara wanita ini terus bercerita dan mengikuti ibunya ke dapur. Lalu sang ibu mulai memasak air. Setelah beberapa waktu akhirnya air pun mendidih.

 

Sang ibu lalu menuangkan air yang masih panas itu ke dalam 3 gelas yang telah dia siapkan. Dalam gelas pertama dia memasukkan sebuah telur, di gelas ke dua dia memasukkan wortel, sedangkan di gelas ke tiga di memasukkan kopi.  Setelah menunggu beberapa saat, si ibu menunjukkan isi ketiga gelas tadi ke putrinya itu. Dan hasilnya: wortel yang keras menjadi lunak, telur yang mudah pecah menjadi keras, dan kopi menghasilkan aroma yang harum.

 

Lalu si ibu mulai menjelaskan:
“Anak ku… masalah dalam hidup itu seperti air mendidih. Namun bagaimana sikap kitalah yang menentukan dampaknya. Kita bisa menjadi:
1. Lembek seperti wortel
2. Mengeras seperti telur
3. Atau harum seperti kopi

 

Jadi wortel dan telur bukan mempengaruhi air, tapi merekalah yang berubah karena air panas itu. Sementara kopi malah mengubah air, membuat air itu menjadi harum.

 

Akan sangat mudah untuk bersyukur pada saat keadaan kita baik-baik saja, tapi apakah kita dapat tetap bersyukur saat kita ditimpa masalah?”

 

Hari ini kita belajar ada tiga reaksi orang saat masalah datang menghampiri mereka:
1. Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh, dan mengasihani diri sendiri. Kita mulai menjelek-jelekan pasangan kita ke teman atau keluarga.
2. Ada yang mengeras, marah, dan menyalahkan pihak lain. Semua yang dilakukan pasangan selalu salah, kita lupa apa yang membuat kita jatuh cinta awalnya.
3. Ada juga yang justru semakin harum, menjadi semakin kuat dan bijaksana. Semua masalah menjadi rintangan yang harus diselesaikan bersama. Kita menolak untuk menyerah dan terus berjuang dan yakin semua masalah akan berlalu.

 

Itu semua tergantung pilihan kita sendiri bagaimana kita merespon sebuah permasalahan. Ketika pernikahan kita dilanda masalah, pikirkan kembali apakah saya ingin menjadi wortel, telur , atau kopi.

 

Sumber Artikel dari berbagai sumber

Ditulis oleh Dian Sari

www.habisnikahngapain.com

Newsletter signup

Just simple MailerLite form!

Please wait...

Selamat Anda telah bergabung! Silahkan cek email Anda untuk mendapatkan link download eBook GRATIS dari kami.