Blog

menghadapi kemarahan wanita

5 Cara Untuk Menghindari Perdebatan

Pernikahan adalah hal yang luar biasa. Namun seringkali, sama seperti hubungan yang lain, kedekatan dapat memicu munculnya penghinaan dan akhirnya menimbulkan masalah. Kini kita dapat melihatnya sebagai bagian dari hidup dan menjalaninya. Tapi seringkali kita membiarkan hal-hal kecil menjadi penghalang kebahagiaan, entah karena kita merasa benar atau tidak ingin dibantah. Kita sering membiarkan hal kecil menjadi semakin besar daripada seharusnya sehingga menciptakan perdebatan yang serius. Hal ini menjadi pertanda bahwa Anda perlu memperbaiki ikatan Anda dengan pasangan. Tentu saja, hal ini akan sulit ketika Anda dan pasangan sama-sama dalam kondisi marah. Jadi bagaimana caranya mendinginkan kepala dan membiarkan diri kita lebih memilih respon yang baik saat situasi menjadi buruk? Pertama-tama Anda harus tahu bahwa sebagai manusia kita memiliki kemampuan untuk memilih respon terhadap kemarahan. Ya. Terkadang segala sesuatunya menjadi berlebihan dan kita terjerumus dalam perdebatan yang tidak kita inginkan. Tapi Anda masih bisa memberi diri Anda batas antara perasaan marah dan respon yang Anda berikan dengan tips berikut ini.

Read More

7 Alasan Untuk Bertahan Dalam Pernikahan Walaupun Anda Merasakan Kebosanan

Saya dan suami saya telah menikah selama hampir 27 tahun. Selama beberapa bulan terakhir ini kami mencoba Blue  Apron, makanan beku siap saji yang diantar setiap minggu ke rumah.

Kata-kata suami saya pagi kemarin adalah : “Saya suka Blue Apron, menyenangkan rasanya setelah kita berdua sudah sekian lama akhirnya ada hal yang kita nantikan.”

Read More
Lilin Cinta Pasangan

Menempatkan Pasangan Sebagai Prioritas

Rasa cinta pada pasangan sangat penting dalam pernikahan. Agar pernikahan bisa lebih hidup, suami dan istri harus mulai meninggalkan orang tua dan memulai hidup baru bersama. Dari saat itu mereka harus saling menjadi no 1 di urutan prioritas satu sama lain. Hal ini tidak berarti mereka tidak cinta atau tidak peduli kepada orangtuanya. Hal ini cuma berarti prioritas utama kita bergeser dari orangtua kepada pasangan kita.

Read More