Suami Tak Romantis

Suamiku Tak Romantis

Suamiku adalah seorang insinyur. Aku mencintainya karena sikapnya yang begitu tenang. Dan aku selalu merasa nyaman ketika bersandar di bahunya.

Kami berpacaran selama 3 tahun. Dan kini kami sudah menikah selama 2 tahun. Jujur saja saat iniaku merasa lelah. Sikapnya yang tenang yang dulu menjadi alasanku mencintainya, kini justru membuatku menyerah.

Aku adalah tipe wanita yang sentimental dan sensitif terhadap sebuah hubungan. aku selalu mengimpikan hubungan yang romantis layaknya yang ada di novel-novel cinta. Tapi suamiku justru kebalikannya. Dia sangat tidak peka dan sama sekali tidak romantis. Karena sifatnya yang seperti itu aku merasa kurang dicintai.

Read More
menghadapi kemarahan wanita

5 Cara Untuk Menghindari Perdebatan

Pernikahan adalah hal yang luar biasa. Namun seringkali, sama seperti hubungan yang lain, kedekatan dapat memicu munculnya penghinaan dan akhirnya menimbulkan masalah. Kini kita dapat melihatnya sebagai bagian dari hidup dan menjalaninya. Tapi seringkali kita membiarkan hal-hal kecil menjadi penghalang kebahagiaan, entah karena kita merasa benar atau tidak ingin dibantah. Kita sering membiarkan hal kecil menjadi semakin besar daripada seharusnya sehingga menciptakan perdebatan yang serius. Hal ini menjadi pertanda bahwa Anda perlu memperbaiki ikatan Anda dengan pasangan. Tentu saja, hal ini akan sulit ketika Anda dan pasangan sama-sama dalam kondisi marah. Jadi bagaimana caranya mendinginkan kepala dan membiarkan diri kita lebih memilih respon yang baik saat situasi menjadi buruk? Pertama-tama Anda harus tahu bahwa sebagai manusia kita memiliki kemampuan untuk memilih respon terhadap kemarahan. Ya. Terkadang segala sesuatunya menjadi berlebihan dan kita terjerumus dalam perdebatan yang tidak kita inginkan. Tapi Anda masih bisa memberi diri Anda batas antara perasaan marah dan respon yang Anda berikan dengan tips berikut ini.

Read More

Sebuah Pernikahan Sebenarnya Adalah Semua Hal Tentang Diri Anda

3 alasan ini menunjukkan bahwa sebenarnya pernikahan adalah semua hal tentang diri Anda.

 

Ketika Anda menikah, Anda akan mendengar berbagai macam nasihat dari orang-orang di sekitar Anda, seperti “Dalam pernikahan, kehidupan tidak lagi semuanya tentang dirimu” atau “Selalu utamakan pasanganmu”. Nasihat-nasihat tersebut adalah nasihat yang bagus karena mengajarkan kita untuk tidak egois terhadap pasangan kita. Tapi penting juga untuk disadari, bahwa di satu sisi sebenarnya pernikahan itu adalah semua hal tentang diri kita.

Hal ini mungkin awalnya terdengar aneh. Tapi coba simak 3 alasan di bawah ini yang menunjukkan bahwa sebenarnya pernikahan adalah semua hal tentang diri Anda.

Read More
Istri Anda TIdak Butuh Bantuan Suami

Inilah Alasan Kenapa Istri Anda Tidak Butuh Bantuan Anda

Saat itu saya sedang mengobrol dengan salah seorang teman saya Gus tentang pernikahannya, dimana dia tidak merasa terlalu bahagia. Dia terus bercerita tentang bagaimana dia merasa tidak dihargai oleh Lusi, istrinya. Pada saat itu, situasi anaknya sedang cukup sakit. Saya cukup mengerti bagaimana sulitnya bagi orang tua muda untuk beradaptasi dengan kedatangan seorang bayi, dan saya sepertinya paham apa yang sedang teman saya inginkan, paling tidak saya paham beberapa di antaranya. Saya melihat adanya sebuah masalah yang biasanya tidak terpikirkan, dan menurut saya hal ini penting untuk disadari.

Read More

7 Alasan Untuk Bertahan Dalam Pernikahan Walaupun Anda Merasakan Kebosanan

Saya dan suami saya telah menikah selama hampir 27 tahun. Selama beberapa bulan terakhir ini kami mencoba Blue  Apron, makanan beku siap saji yang diantar setiap minggu ke rumah.

Kata-kata suami saya pagi kemarin adalah : “Saya suka Blue Apron, menyenangkan rasanya setelah kita berdua sudah sekian lama akhirnya ada hal yang kita nantikan.”

Read More
Lilin Cinta Pasangan

Menempatkan Pasangan Sebagai Prioritas

Rasa cinta pada pasangan sangat penting dalam pernikahan. Agar pernikahan bisa lebih hidup, suami dan istri harus mulai meninggalkan orang tua dan memulai hidup baru bersama. Dari saat itu mereka harus saling menjadi no 1 di urutan prioritas satu sama lain. Hal ini tidak berarti mereka tidak cinta atau tidak peduli kepada orangtuanya. Hal ini cuma berarti prioritas utama kita bergeser dari orangtua kepada pasangan kita.

Read More