Ikutlah Terlibat!

Dear Sahabatku,

Apakah Anda pernah mendengar slogan “Anda adalah apa yang Anda makan?” Slogan dari industri fitness ini mengingatkan kita tentang bagaimana kita menghabiskan kalori kita, itulah yang menentukan kesehatan kita. Ingin gemuk? Makanlah kalori yang banyak. Ingin sehat? Saya tidak perlu memberitahu Anda, bukan?

 

Nah, sama halnya dengan pernikahan Anda. Saya ingin mengatakan, “Anda adalah apa yang Anda lakukan.” Artinya, bagaimana Anda menghabiskan waktu Anda dengan pasangan Anda menentukan kekuatan pernikahan Anda. Sering-seringlah menghabiskan waktu bersama, maka Anda akan merasakan ikatan yang kuat dengan pasangan Anda. Atau silahkan sibuk sendiri dengan kegiatan Anda, Anda memang tidur 1 ranjang dengannya, tapi Anda akan merasa jauh dari pasangan Anda.

 

Pada awal hubungan Anda, mungkin Anda tidak mengalami kesulitan untuk menghabiskan waktu bersama. Dan faktanya, menghabiskan waktu bersama lah yang menciptakan kedekatan antara Anda dan pasangan. Tapi seiring berjalannya waktu, mungkin ketertarikan Anda berbeda dengan pasangan Anda sehingga mulai menghabiskan waktu dengan kesibukannya sendiri-sendiri.

 

Banyak pasangan yang sangat bagus dalam berkoordinasi mengenai kehidupan yang layak. Suami punya jadwalnya sendiri. Sang istri juga punya jadwalnya sendiri. Beberapa pasangan hidup dalam satu atap tapi menjalankan kehidupannya sendiri-sendiri. Hubungan seperti ini sama halnya dengan hubungan Anda dengan teman sekamar Anda saat kuliah.Tapi sebuah pernikahan bukanlah hubungan seperti itu. Anda mungkin bisa menjaga keluarga Anda agar tetap baik-baik saja, tapi hubungan Anda menjadi bermasalah. Dan Anda akan merasa kesepian. Anda memang tidak sendiri, tetapi Anda kesepian.

 

Budaya kita menawarkan kemandirian, tapi cinta membutuhkan waktu bersama-sama dan saling terlibat di kehidupan masing-masing. Ini bukan tentang mandiri, melainkan saling bergantung satu sama lain.

 

Masih ingat saat Anda dulu saling mengunjungi kantor masing-masing? Bertemu keluarga dan teman pasangan Anda? Membantu menyelesaikan masalah pasangan Anda? Menanyakan pendapat satu sama lain? Belajar memahami ketertarikan satu sama lain? Sahabatku, inilah yang dimaksud dengan keterlibatan.

 

Saya tahu. Hal ini tentu tidak begitu menggiurkan kalau saat ini Anda sedang dalam masa memperjuangkan pernikahan Anda. Anda mungkin tidak lagi bisa merasakan kebersamaan. Tapi menurut Anda, pernikahan yang bahagia atau keterlibatan satu sama lain yang lebih dulu muncul? Yang mana sebab dan yang mana akibat? Jawabannya adalah keterlibatan atau ketergantungan satu sama lain adalah resep utama untuk sebuah pernikahan yang berhasil.

 

Seberapa sering kita mendengar pasangan yang pergi ke mall berdua? “Sayang, sofanya bagus yang biru atau yang hijau, ya?” atau “Bagusan yang mana bajunya,Sayang?” “Terserah kamu” “Bagus dua-duanya.”

 

Saya mendengar ini dan saya berpikir, “Bagaimana dia mengabaikan kesempatan ini?” Bukan kesempatan untuk memutuskan apa yang harus dibeli, tapi kesempatan untuk terhubung dengan pasangannya, terlibat dengan pasangannya. Pasangan Anda tidak peduli apa yang dia beli. Dia tidak menginginkan jawaban. Dia menginginkan teman dan keterlibatan Anda.

 

Sahabatku, sekarang saya minta Anda untuk menemukan kesempatan agar terhubung dengan pasangan Anda serta menemukan cara yang penuh makna agar Anda dan pasangan bisa saling terlibat di kehidupan masing-masing. Bisa jadi melalui hobi mereka, kegiatan yang mereka suka, minat mereka, apapun yang berhubungan dengan mereka. Begitu Anda menemukan cara tersebut (psstt.. Anda pasti akan menemukannya jika Anda mau berusaha) itu akan menjadi sebuah keajaiban. Pikirkan hal ini. Bagaimana Anda bisa lebih terlibat dalam kehidupan pasangan Anda?

 

Ikut terlibat bukan berarti melakukan kegiatan tersebut bersama-sama. Dengan hanya melihat dia melakukan kegiatannya, Anda sudah bisa terlibat. Anda juga bisa merencanakannya, menyiapkannya, membiayainya, membelikan dia peralatan, atau sekedar menanyainya dengan penuh ketertarikan.

 

Bagaimana Anda bisa terlibat bergant