Alasan mengapa orang yang tampak terhormat, jujur dan penuh cinta memilih untuk terlibat perselingkuhan setelah menikah sangat bervariasi bergantung tipe orang tersebut dan juga tipe hubungannya. Tapi satu hal yang konstan adalah, siapapun kita dan mengapa kita memilih untuk terlibat secara seksual dengan orang lain selain pasangan, jauh di lubuk hati, kita semua tahu bahwa itu adalah hal yang salah. Anda tahu, kita semua mengetahui yang benar dari yang salah. Hanya, kita terkadang tidak mampu membuat pilihan yang tepat.

Sebelum melangkah lebih lanjut, kebanyakan orang akan berhadapan dengan dilema tentang apa yang harus mereka lakukan. Mereka mengalami konflik batin untuk melakukan hal yang benar atau untuk menjalani pengalaman yang tampak menarik, menyenangkan dan membuat kecanduan. Yakni, perselingkuhan. Beberapa mungkin bertanya pada diri sendiri apakah ini benar diri mereka. Sedangkan yang lain akan membayangkan bahwa mereka tidak akan bisa bahagia tanpa seseorang yang lain tersebut. Banyak juga yang menghabiskan waktu untuk mengkalkulasi apakah mereka ketahuan atau tidak dan apakah mereka bisa mendapatkan keduanya, nafsu mereka dan pernikahan yang terpenuhi.

Lebih banyak orang mulai berpikir tentang pembelaan kenapa mereka melakukan hal itu. Mereka mungkin menjelekkan pasangan mereka atau bahkan tidak menghargai hidup mereka hingga mereka sampai pada momen mengasihani diri sendiri, dan mengizinkan diri mereka untuk menjalani tindakan tersebut karena mereka merasa pantas untuk bahagia.

Faktanya, begitu seseorang sampai pada titik tersebut, hanya sedikit yang bisa dilakukan untuk membujuk mereka agar tidak mengikuti nafsu mereka dan berselingkuh. Bisakah kita membujuk seseorang yang sudah bulat tekadnya dalam memutuskan sesuatu?

Kenyataannya menyedihkan. Begitu Anda menapaki jalan licin ini, Anda sudah terjebak antara “apa yang ingin Anda lakukan” dan “apa yang seharusnya Anda lakukan”. Jika Anda terjebak dalam situasi ini, kemungkinannya adalah Anda sudah menanamkan dalam benak Anda beragam alasan mengapa Anda berselingkuh. Jika Anda sedang bergelora dan mengalami emosi yang mendebarkan ini, memang sulit untuk memikirkan alasan Anda untuk tidak melanjutkannya. Maka dari itu, saya telah mengumpulkan 6 alasan berikut untuk membantu Anda menghentikan perselingkuhan tersebut.

  1. Anda tidak bisa lari dari masalah Anda

Ini menyedihkan, tapi benar adanya. Pernyataan bahwa rumput tetangga lebih hijau adalah mitos.  Jika Anda pikir bahwa hidup dengan orang lain akan menyembuhkan kesengsaraan yang Anda rasakan, Anda sudah menipu diri Anda sendiri dan Anda akan terkejut. Di sini, bukan pasangan Anda yang jadi masalahnya. Pasangan Anda hanya mengungkap permasalahan yang ada dalam diri Anda. Dengan terlibat dengan orang lain, yang Anda lakukan saat itu hanyalah mematikan karakter Anda sementara. Begitu Anda berada di zona nyaman pada hubungan yang kedua, Anda akan menemukan titik kelemahan Anda lagi.

Jadi, mengapa memilih sebuah solusi yang tidak menyelesaikan permasalahan Anda? Itu seperti Anda membeli mobil baru hanya karena kehabisan bensin. Tentu, mobil baru Anda akan berjalan lancar, tapi di suatu masa Anda akan kehabisan bensin lagi. Jadi mengapa tidak melakukannya sekarang? Mengapa Anda tidak mulai sekarang mencoba untuk menemukan apa yang terjadi dalam hidup Anda serta mengapa Anda ingin melakukan sesuatu yang menyakitkan dan memperburuk keadaan? Ada sebuah solusi, tetapi bukan pada perselingkuhan. Rumput tidak lebih hijau di halaman tetangga. Rumput lebih hijau saat disirami.

  1. Mengikuti Perasaan Anda Seringkali Bukanlah Keputusan Terbaik

Perasaan itu seperti angin. Ia punya kecenderungan menyebalkan seperti sering berubah arah dan kecepatan. Mengikuti perasaan Anda di suatu momen tertentu mempengaruhi keputusan Anda, yang akan mempengaruhi seluruh hidup, keluarga, dan anak-anak Anda. Itu bukanlah ide yang bagus. Hal itu bisa diumpamakan seperti ketika Anda berjalan-jalan di sebuah bazar. Semua penjualnya akan berusaha meyakinkan Anda membeli barang mereka. Tentu saja beberapa dari mereka memberikan penawaran yang bagus untuk produk mereka. Kadang Anda juga tergoda atau bahkan membelinya. Tapi kebanyakan, pembelian ini adalah sebuah kesalahan karena saat kita terjebak dalam emosi, kita kehilangan kemampuan untuk berpikir rasional.

Seringnya, orang-orang berdalih karena sedang ‘jatuh cinta’ dan menyebut perilaku mereka ‘romantis’. Padahal kenyataannya, keluarga dan kehidupannya dikorbankan untuk ‘cinta sejati’ yang imajiner ini. Itu seperti saat kita tertipu oleh penghipnotis atau perampok. Di permukaan, perselingkuhan menawarkan begitu banyak hal yang jarang sekali bisa terwujud. Orang yang terjebak dalam perselingkuhan merasakan emosi yang hampir sama dengan orang yang terhipnotis. Saat terjebak dalam perselingkuhan, orang yang waras dan logis sekalipun akan merasakan perasaan yang begitu kuat sehingga mereka akan dengan mudah membuat keputusan yang irasional dan radikal tentang masa depan. Keputusan tersebut tidak hanya mempengaruhi kehidupan mereka, tetapi juga orang-orang yang terhubung dengan mereka. Coba bayangkan bagaimana jadinya, jika Anda harus menjalani sisa hidup Anda dengan konsekuensi dari keputusan yang dibuat dalam keadaan kegilaan virtual.

  1. Tak Seorangpun Benar-Benar Berdikari

Sungguh mengejutkan mendengar seseorang yang akan berselingkuh mengatakan, “Nggak papa, anak-anak cukup tangguh. Mereka akan baik-baik saja” atau “Pasanganku nggak akan peduli. Mereka pasti lebih baik tanpa aku” atau bahkan “Mereka akan mampu mengatasinya.” Apa yang membuat Anda berpikir bahwa Anda begitu tidak penting? Apa yang akan Anda lakukan akan mengubah kehidupan mereka ke depannya. Dengan melakukan hal ini, Anda sedang merusak kemampuan pasangan dan anak Anda untuk bisa mempercayai orang sepenuhnya. Anda tidak hanya merampas masa depan mereka tapi juga mempertanyakan keseluruhan riwayat Anda sebagai pasangan dan keluarga. Anda memaksa pasangan Anda dalam sebuah keputusan yang tidak pernah mereka inginkan. Anda juga merampas kesempatan mereka untuk belajar menjalin hubungan dengan Anda dan menjadi dewasa dengan mencintai Anda.

Anda akan melukai banyak orang dalam hidup Anda. Dampaknya akan berlanjut menjadi pengingat sepanjang hidup Anda. Dengan meninggalkan pernikahan Anda, Anda tidak hanya mengubah hidup mereka tapi juga hidup orang yang menyentuh kehidupan Anda juga. Ada efek riak yang mencapai momentumnya pada tahun-tahun berikutnya. Perceraian tidak pernah benar-benar berakhir.

Jangan pernah menganggap bahwa perselingkuhan adalah hal yang wajar karena Anda merasa bahwa kebanyakan orang bisa menyembuhkan dirinya. Banyak orang yang bisa pulih dari amputasi. Tapi bukan berarti kita bisa melakukannya tanpa mempertimbangkan kerusakan dan dampak pada kehidupan mereka. Jika Anda sedang mencari jalan keluar dari kesengsaraan Anda, apakah Anda yakin bahwa menyengsarakan orang yang mencintai Anda dan peduli kepada Anda adalah hal yang layak?

  1. Bukan jalan menuju kebahagiaan selamanya

Satu alasan utama mengapa orang berselingkuh adalah mereka merasa layak untuk dicintai dan hidup bahagia. Sebenarnya ini hanyalah pembelaan akan pengkhianatan terhadap pasangan dan keluarganya. Faktanya, kebahagiaan tidak tumbuh dari kebohongan dan pengkhianatan. Selain rasa bersalah yang mendalam karena melihat orang yang mencintai Anda menderita dan berusaha memahami tindakan Anda, Anda juga akan diliputi rasa malu sepanjang hidup Anda. Jika Anda memilih untuk meninggalkan pernikahan Anda demi selingkuhan Anda, kebohongan dan luka yang Anda tinggalkan untuk pasangan Anda juga akan menjadi riwayat dalam kehidupan Anda yang baru. Itu akan membuat pasangan Anda curiga dan kurang percaya karena Anda punya riwayat berselingkuh dengan pasangan Anda sebelumnya.

Faktanya, lebih dari 75% orang yang menikah dengan selingkuhannya berakhir dengan perceraian. Beragam penelitian menyebutkan rata-rata hanya 1 hingga 3 persen orang yang menikahi selingkuhannya bisa hidup dalam pernikahan yang bahagia. Fakta menyedihkan bahwa 80% orang yang bercerai karena perselingkuhan menyesali keputusannya. Jadi, mungkin sebelum memutuskan untuk berselingkuh, coba tanyakan pada diri Anda apakah Anda siap menghadapi konsekuensinya selama sisa hidup Anda?

  1. Kebenaran Akan Menghantui Anda

Terlepas dari euforianya, sebuah perselingkuhan tidak akan membebaskan Anda. Sebaliknya, Anda akan terjebak dalam perbudakan. Anda tahu, segala sesuatu yang berhubungan dengan perselingkuhan didasarkan pada kebohongan. Pertama, Anda berbohong kepada diri Anda. Selanjutnya, Anda akan berbohong kepada keluarga dan teman Anda untuk membenarkan tindakan Anda. Faktanya, kebohongan akan menjadi bagian besar dalam hidup Anda. Anda bahkan tidak akan menyadari kalau Anda telah berbohong. Anda akan mulai mempercayai kebohongan Anda sendiri, karena dibutakan oleh kabut perselingkuhan. Masalahnya, teman, keluarga dan anak Anda tidak bisa dibodohi dan dibutakan oleh tindakan Anda. Mereka akan mengetahui kebohongan Anda. Meskipun tidak mengatakannya, mereka akan mengenali seperti apa diri Anda sekarang. Tak ada kebebasan dalam kebohongan yang bisa diciptakan oleh tindakan ini. Kebohongan itu membuat Anda terjebak dalam situasi dimana Anda tidak bisa berbagi dengan siapapun lagi. Anda akan selalu was-was sepanjang waktu karena takut rahasia kecil Anda yang kotor ini terungkap.

Akhirnya, kebenaranlah yang mampu membebaskan Anda. Kedamaian hanya ada dalam kebenaran. Hanya kebenaran yang mampu mengangkat beban berat akibat kebohongan untuk melindungi rahasia Anda. Kebebasan tidak akan pernah tercipta karena pengkhianatan Anda, tetapi dari kebenaran.

  1. Perasaan Anda Bisa Kembali.

Cukup banyak penelitian yang dilakukan telah membuktikan bahwa pada kebanyakan kasus dimana satu atau kedua pasangan yang kehilangan perasaan cintanya, bisa mendapatkan perasaan itu kembali seiring berjalannya waktu. Sangat mudah mengabaikan perasaan Anda pada pasangan saat Anda terjebak dalam ekstasi cinta perselingkuhan. Sangat mudah pula untuk melupakan masa indah bersama dan kenangan Anda bersama pasangan saat Anda di bawah candu perselingkuhan. Masalahnya, hal itu juga akan berlalu. Pada saatnya, ketika hasrat Anda telah selesai dan hormon cinta Anda berakhir, perasaan indah untuk selingkuhan Anda juga akan menghilang. Yang tersisa adalah kehancuran akibat dari apa yang Anda lakukan kepada pasangan Anda dan keluarga Anda. Bukankah lebih baik memfokuskan energi pada pasangan Anda dan dalam prosesnya, membantu perasaan cinta Anda kembali?

 

Tahun-tahun yang kita habiskan di planet ini terlalu sebentar untuk dibuang sia-sia. Untuk membuang 3, 7, 12 atau 20 tahun bersama selingkuhan, adalah hal yang tragis. Saya yakin bahwa kita semua rindu untuk menyelesaikan hidup kita dengan baik dan dapat melihat riwayat kita sebagai kehidupan yang baik. Merupakan sebuah anugerah jika kita masih dapat dikelilingi teman dan keluarga kita sampai akhir hayat kita, dikelilingi orang-orang yang telah membantu kita menulis riwayat hidup dan juga berkontribusi di kehidupan kita. Perselingkuhan merampas kesempatan tersebut. Perselingkuhan juga merusak riwayat hidup kita, yang pada akhirnya meninggalkan penyesalan dan merusak pernikahan. Itu tidak hanya melukai kita sekarang karena perselingkuhan bukanlah sesuatu yang bisa Anda lupakan begitu saja. Riwayat perselingkuhan akan kita bawa seumur hidup kita dan bahkan menjadi sesuatu yang kita tinggalkan untuk anak cucu kita kelak.

 

Ditulis oleh Daniel Arseneault
habisnikahngapain.com
Diterjemahkan oleh Fany Arsiyanti

Sumber gambar : heart.co.uk