5 Tipe Teman Kencan yang Menyebalkan

Beberapa tahun terakhir ini saya kembali menjadi seorang ‘jomblo’ sejak saya bercerai dengan istri. Dan menjadi single di usia dimana seharusnya saya menimang cucu tidaklah mudah karena saya harus kembali menyesuaikan diri dengan keadaan saya saat ini.

Sebenarnya saya bukan orang yang ribet dalam hal memilih pasangan (meskipun saat ini hal itu tidak semudah seperti yang saya pikirkan sebelumnya). Dulu, kita bisa menemukan teman kencan saat hangout bersama teman – teman. Misalnya saat kita sedang berkumpul dengan teman lama kemudian kita melihat seorang wanita yang menarik hati dan kita mengajaknya ngobrol. Jika dia juga tertarik kepada kita, obrolan akan menjadi semakin menarik dan kita bisa mengajaknya kencan. Tidak ada foto profil palsu, tidak ada perkenalan yang harus melalui chatting berminggu-minggu tanpa ketemu. Semuanya dilakukan secara langsung, dan biasanya kita bisa langsung memutuskan untuk melanjutkan hubungan tersebut atau tidak setelah pertemuan pertama.

Kencan online memang membawa banyak kemudahan, khususnya bagi mereka yang sibuk mengurus anak atau harus bekerja. Sejauh ini saya sudah mencari banyak teman kencan online dan juga mendapat banyak kesempatan untuk bertemu dengan wanita single di luar sana. Meskipun cukup membantu, saya sedikit kecewa karena beberapa alasan, salah satunya karena ada beberapa tipe orang yang menurut saya cukup menyebalkan. Berikut ini adalah 5 tipe teman kencan yang paling menyebalkan menurut versi saya.

 

  1. Si Foto Profil Palsu

Anda semua pasti pernah mengalaminya, atau setidaknya mengetahuinya. Ada beberapa tipe orang yang tampak menarik jika dilihat dari foto profilnya. Terkadang mereka mendeskripsikan dirinya seolah – olah mereka adalah orang yang cocok untuk kita. Tapi faktanya, saat bertemu kita bahkan tidak mengenali mereka, karena penampilan mereka sangatlah berbeda dengan apa yang kita lihat di foto profil mereka. Terkadang mereka terlihat lebih tua, lebih gendut, dan bahkan ternyata dalam obrolan pun mereka tidak seasik apa yang mereka gambarkan tentang diri mereka, misalnya ketika dalam profil mereka bilang mereka suka memasak, suka travelling dan musik, tapi saat ditanya, ternyata hanya bisa memasak mie instan, tidak pernah berpergian kemana – mana, menyukai semua jenis musik secara umum tanpa mengerti detail sedikitpun tentang penyanyi A, genre musik B dan sebagainya. Saya tahu kencan online bisa jadi kesempatan yang bagus bagi mereka yang tidak cukup percaya diri. Karena kemungkinan apa yang mereka sampaikan di dunia maya adalah apa yang tidak bisa mereka tunjukkan secara langsung kepada orang – orang dalam kehidupan sehari – hari mereka. Tapi menurut saya, lebih baik kita menunjukkan diri kita yang sebenarnya.

 

  1. Si Pencari Gratisan

Ini adalah salah satu tipe yang cukup menyebalkan. Mereka adalah orang – orang yang mau bertemu dengan Anda secara langsung setelah sedikit mengobrol di dunia maya dan menganggap pertemuan pertama sebagai kencan. Bahkan ketika Anda hanya mengajaknya minum kopi di kafe, di sela waktu makan, mereka malah memesan makanan paling mahal di menu dan bahkan tidak mau merogoh koceknya saat tagihan datang. Saya memahami, sebagian besar dari Anda pasti berpikir bahwa memang prialah yang seharusnya membayar. Saya setuju jika itu dilakukan saat kencan. Tapi menurut saya pertemuan pertama bukanlah kencan. Seperti halnya ketika kita bertemu kawan lama di sebuah kafe, tentu kita akan membayar sendiri makanan kita, bukan? Akhirnya, banyak wanita yang bertemu pria hanya untuk mendapatkan malam gratis atau makan gratis darinya (Sorry Ladies, tapi memang kebanyakan wanita yang melakukan itu). Jangan salah sangka, seringkali jika obrolannya menarik, saya mungkin akan menawarkan untuk membayar makanannya, tapi alangkah lebih baiknya, Anda menawarkan untuk membayar bagian Anda terutama jika Anda memesan makanan sendiri. Jika pertemuan berjalan dengan baik, kebanyakan pria akan membayar pesanan Anda (hal ini karena mereka berusaha menarik hati Anda di pertemuan pertama dan berharap bisa mengajak Anda kencan). Dengan begitu Anda terlihat lebih mandiri. Dan bagi saya, wanita yang seperti itu sangatlah menarik.

 

  1. Si Pemberi Harapan Palsu

Orang – orang yang termasuk dalam tipe ini biasanya jujur dalam mendeskripsikan profil mereka, tapi berakhir dengan tidak baik. Biasanya mereka hanya atraktif di awal atau kemudian menginginkan sesuatu yang lebih. Tapi dari pengalaman saya, kebanyakan orang mencari hubungan yang serius dan tidak menginginkan seks pada pertemuan pertama, atau bahkan tidak mau dicium meskipun sudah sebulan berkencan. Saya tidak mengatakan bahwa kita tidak boleh bersikap spontan. Tapi hubungan seks tidak akan menarik jika dilakukan tanpa gairah dan romantisme. Saya selalu sedih ketika ada wanita yang berkencan dengan saya hanya untuk mencoba pengalaman seks baru, dan wanita seperti itu bukanlah yang saya cari. Saya tahu, seharusnya kita berkencan bukan untuk hubungan seks saja. Di sisi lain, ada beberapa tipe orang yang sudah berkencan cukup lama dengan kita, tetapi masih belum terbuka dan tidak menginginkan ciuman. Saya merasa bahwa saya adalah pria yang cukup baik dan saya tidak akan mengajak seseorang untuk berhubungan seks pada kencan pertama kami. Tapi menurut saya, jika hubungan sudah berjalan dengan cukup baik dan sudah ada chemistry yang terjalin, perlu adanya langkah yang lebih intim untuk meningkatkan level hubungan tersebut, seperti yang diungkapkan dalam beberapa buku dan lagu. Intinya, jangan terlalu bersemangat tapi juga jangan terlalu cuek.

 

  1. Si Stalker

Tipe ini yang membuat saya akhirnya mengubah pengaturan privasi social media saya. Misalnya, Anda bertemu dengan seseorang dan mulai mengobrol dengannya, kemudian Anda tahu bahwa mereka membicarakan hal – hal tentang Anda yang sama sekali belum Anda ceritakan padanya, seperti informasi tentang keluarga, liburan, teman, dan rumah. Memang informasi  seperti tidak lagi sulit didapatkan di jaman sekarang. Hampir semua orang bisa melihat akun siapa saja yang ingin dilihatnya. Saya juga tidak munafik kalau saya pernah melihat profil dari beberapa wanita yang menarik di social media. Kenapa tidak? Kita semua mengekspos apa yang kita ingin tunjukkan pada dunia, jadi seharusnya ini bukanlah masalah. Perbedaannya, saya melakukan hal itu untuk mengenal wanita yang menarik hati saya. Jadi menurut saya, saya tidak perlu menunjukkan kepadanya kalau saya tahu banyak hal tentang dia ketika kami bertemu. Jadi menurut saya, kita tidak perlu menunjukkan kalau kita tahu banyak tentang dia sebelum dia sendiri yang menceritakan.

 

  1. Si Tukang Kepo

Sejauh ini tipe terakhir inilah yang paling menyebalkan. Pada awalnya mereka akan berbasa – basi sebentar kemudian mereka akan mulai mengajukan pertanyaan secara terus – menerus. Biasanya, mereka akan bertanya tentang keluarga, rumah dan pekerjaan. Tetapi yang saya alami, mereka ingin tahu banyak tentang istri saya dan alasan mengapa kami bercerai. Mereka ingin tahu banyak, bahkan ingin melihat foto putri saya (dan tidak pernah saya berikan). Cobalah untuk menempatkan dirimu di posisi orang lain. Tak ada yang ingin saya sembunyikan tentang masa lalu saya dan juga hubungan saya dengan mantan istri saya. Tapi tetap saja, menceritakan kembali masa lalu yang kelam kepada setiap wanita yang baru saya kenal bukanlah hal yang menyenangkan. Saya mengerti bahwa setiap orang butuh kepastian tentang siapa yang akan menjadi pasangan hidupnya, apakah dia benar-benar single, tetapi ketika hal itu sudah pasti, seharusnya tidak perlu ditanyakan lagi dan fokus terhadap hubungan tersebut. Seseorang yang telah bercerai biasanya ingin segera menemukan seseorang yang memahami dia dan menerima dia apa adanya. Di saat yang tepat, dia akan menceritakan semua masa lalunya. Jadi sebaiknya jangan terlalu ingin tahu tentang masa lalu seseorang di awal sebuah hubungan, dan lebih baik fokus pada hubungan kalian saat ini.

Saya menyadari, kita semua pasti ingin memiliki pasangan yang baik, dan dengan adanya internet kita bisa lebih mudah dan lebih cepat menemukan pasangan. Tapi menurut saya, kesabaran, sensibilitas, kejujuran dan kesopanan tidak boleh dilewatkan. Kita semua pernah sakit hati dan tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Rumitnya, di era ini, kita disuguhi lingkup yang lebih luas dalam mencari pasangan hidup. Kita tidak lagi berkecimpung dengan sebatas tetangga satu desa, tetapi banyak orang dari seluruh penjuru dunia. Hal ini tampak menakutkan karena banyak persaingan di luar sana, tapi kita tidak tahu, bisa jadi orang lain juga berpikir hal yang sama. Tak peduli betapa percaya dirinya orang tersebut, tak peduli betapa banyak orang yang mengatakan mereka menarik atau betapa cerdasnya mereka, tetaplah jadi diri Anda sendiri, bersikap jujur, dan Anda akan segera menemukan pasangan yang cocok untuk Anda.

Ditulis oleh Daniel Arseneault
habisnikahngapain.com
Diterjemahkan oleh Fany Arsiyanti

Sumber gambar : wearyourvoicemag.com

Newsletter signup

Just simple MailerLite form!

Please wait...

Selamat Anda telah bergabung! Silahkan cek email Anda untuk mendapatkan link download eBook GRATIS dari kami.