Kesampingkan Masalah Anda

 

Dear Sahabatku,

Selama saya mengalami depresi, semua hal berubah dengan cepat. Kami tidak saling terbuka satu sama lain seperti sebelumnya. Saya sering mengeluh tentang pekerjaan, tetangga, dan juga semua hal. Ketika istri saya pulang kerja dan duduk di mobil selama satu jam perjalanan ke rumah, dia sering menangis, takut melihat wajah saya, dan menebak mood saya saat itu.

 

Apa yang kami lakukan? Intropeksi, ternyata kami melakukan banyak kesalahan. Kami mengabaikan satu sama lain, dan ketika kami berbicara, kami berusaha untuk membicarakan masalahnya, tapi semakin banyak kami berbicara tentang itu, kami lebih sering bertengkar. Kami berusaha untuk memperbaiki cara kami berkomunikasi agar masalah tersebut membaik, tapi setiap kali kami mendiskusikannya, hal itu menjadikan kami menyalahkan satu sama lain dimana kami menjadi sangat defensif terhadap kritik dari yang lain. Belajar berbicara dan mendengarkan dengan baik hanya mengajarkan kami untuk beragumen lebih baik serta masalahnya tidak kunjung selesai yang membuat kami mempercayai bahwa ada yang salah dengan salah satu dari kami dan menjadikan kami merasa lebih buruk.

 

Kemudian, sesuatu terjadi. Kami pindah ke kota lain untuk memulai bisnis baru, dan ketika kami mempersiapkan bisnis itu, kami berhenti membicarakan tentang masalah yang sedang kami alami, untuk beberapa alasan, itu semua menjadi kurang penting karena kami memiliki sesuatu yang penting yang harus kami selesaikan, dan kami jadi mengesampingkan masalah kami.

 

Kami tidak pernah membahas hal itu lagi, kami bahkan mencoba untuk dekat kembali dan merasakan pengalaman yang kami pernah miliki di awal hubungan kami. Kami mulai menemukan kembali satu sama lain dan bersenang-senang bersama. Kami jatuh cinta lagi dan merasakan ikatan yang menjadikan kami bersama. Kami hanya bisa menyelesaikan ini karena kami memaksa untuk keluar dari masalah kami dan kami menghabiskan waktu bersama untuk belajar tentang satu sama lain, seperti yang kami alami di awal hubungan kami.

 

Sahabatku, saya paham mungkin ini terdengar seperti saya mengajari Anda untuk lari dari masalah, dan itu bukanlah yang disarankan oleh terapis Anda, teman Anda atau keluarga Anda.

Tapi percayalah, sebelum Anda bisa menyelesaikan masalah Anda, Anda perlu untuk memiliki itikad baik terhadap pasangan Anda. Selama Anda tidak “menyukai” satu sama lain, Anda tidak akan pernah sukses untuk menyelesaikan masalah Anda.

 

Apa yang saya sarankan disini, Sahabatku, jika Anda memiliki masalah dalam pernikahan Anda, tidak peduli seberapa pentingnya itu, jika Anda merasa frustasi dengan pasangan Anda atau Anda merasa tidak didengarkan, JANGAN MEMBICARAKAN ITU. Jangan menyebutkan perselingkuhan, atau kekurangan uang. Jangan membicarakan tentang hal yang akan membuat Anda, keluarganya, temannya sebal atau frustasi, atau seberapa banyak pekerjaan dirumah. Itu hanya tidak tepat bila dibicarakan saat ini, dan mencoba untu menyelesaikan masalah saat ini HANYA AKAN MENYAKITI pernikahan Anda.

 

Habis Nikah Ngapain? berbeda dari pendekatan yang lain. Saya tidak akan berbicara kepada Anda tentang cara menyelesaikan konflik atau meningkatkan kemampuan komunikasi Anda. Karena hal tersebut bukanlah solusi untuk memperbaiki pernikahan Anda. Sahabatku, kuncinya bukan untuk memperbaiki apa yang salah tapi untuk membuat hal baru yang benar.

 

Ada banyak hal spesifik yang dapat membuat pernikahan Anda menjadi lebih baik dan menyalakan kembali api pernikahan Anda. Habis Nikah Ngapain? akan menunjukkan jalan untuk memperolehnya. Saya tidak akan berbicara tentang teori yang sulit yang membutuhkan pendidikan tinggi dan konsentrasi tinggi untuk dapat memahaminya. Hanya kebiasaan yang mudah dilakukan dalam sebuah hubungan yang dapat Anda implementasikan sekarang juga. Saya yakin hal ini dapat mengubah arah pernikahan kalian bahkan ketika hanya Anda yang melakukannya. Saya tidak menawarkan konsultasi pernikahan, saya menawarkan pandangan Habis Nikah, Ngapain?

 

Saya akan kirimkan rahasia kedua dalam beberapa hari lagi.

 

Sampai lain waktu,

Be loving,