Pernikahan adalah hal yang luar biasa. Namun seringkali, sama seperti hubungan yang lain, kedekatan dapat memicu munculnya penghinaan dan akhirnya menimbulkan masalah. Kini kita dapat melihatnya sebagai bagian dari hidup dan menjalaninya. Tapi seringkali kita membiarkan hal-hal kecil menjadi penghalang kebahagiaan, entah karena kita merasa benar atau tidak ingin dibantah. Kita sering membiarkan hal kecil menjadi semakin besar daripada seharusnya sehingga menciptakan perdebatan yang serius. Hal ini menjadi pertanda bahwa Anda perlu memperbaiki ikatan Anda dengan pasangan. Tentu saja, hal ini akan sulit ketika Anda dan pasangan sama-sama dalam kondisi marah. Jadi bagaimana caranya mendinginkan kepala dan membiarkan diri kita lebih memilih respon yang baik saat situasi menjadi buruk? Pertama-tama Anda harus tahu bahwa sebagai manusia kita memiliki kemampuan untuk memilih respon terhadap kemarahan. Ya. Terkadang segala sesuatunya menjadi berlebihan dan kita terjerumus dalam perdebatan yang tidak kita inginkan. Tapi Anda masih bisa memberi diri Anda batas antara perasaan marah dan respon yang Anda berikan dengan tips berikut ini.

1. Waspadalah :

Setelah beberapa tahun menikah, sebagian besar dari Anda sudah tahu apa yang memicu perdebatan dan Anda bisa merasakan ketika suasana mulai memanas. Sederhana saja, ketika Anda mulai merasa suasana memanas ketika membicarakan suatu masalah, ganti topik pembicaraan. Temukan cara untuk mengalihkan perhatian ke sesuatu yang lain. Bicarakan tentang anak-anak, atau tentang sesuatu yang telah Anda lihat hari itu. Anda juga bisa merencanakan beberapa topik ke depan yang bisa Anda gunakan ketika suasana pembicaraan mulai memanas. Intinya adalah bacalah situasi dan jangan terjebak dalam topic pembicaraan yang memanas.

2. Menghindar : 

Jika Anda berada di titik dimana Anda sudah tidak bisa menghindar dari masalah, dan Anda mulai merasa kesal dengan pasangan Anda, Anda boleh menghindar. Bukan berarti Anda bisa meninggalkannya dengan membanting pintu supaya pasangan Anda merasa kesal. Tetapi dengan tetap mencintainya dan meminta izin untuk pergi sejenak. Jelaskan bahwa Anda sedang merasa tidak enak badan atau butuh udara segar kemudian keluarlah untuk menenangkan diri Anda. Saya biasanya jogging atau jalan cepat ketika ada hal buruk yang terjadi dalam pernikahan kami. Saya selalu melakukan kegiatan fisik. Anda bisa keluar ke ruangan lain dan membaca buku, main game atau menonton TV. Tapi apapun yang Anda lakukan, Anda perlu memberitahu pasangan Anda secara baik-baik bahwa Anda butuh waktu. Ketika menghindar, tidak ada salahnya untuk tetap bersikap lembut dan menunjukkan bahwa Anda mencintainya.

3. Mengalah :

Sekali lagi jika Anda tidak menghindarinya, Anda mungkin akan terjebak dalam diskusi yang tidak diinginkan. Seringkali masalah muncul secara tiba-tiba dan cenderung memuncak tanpa aba-aba. Entah Anda menyadarinya dari awal atau baru menyadarinya ketika Anda sudah saling membentak.

Seorang filsuf China yang juga penulis “The Art of War”, Sun Tzu menyatakan dalam bukunya, “Jika kita tidak mungkin memenangkan perang, maka jangan berperang.” Seringkali dalam sebuah hubungan, lebih baik menjadi bahagia daripada menjadi yang benar. Jadi ketika Anda  sedang ada konflik yang tidak bisa dimenangkan tanpa menyakiti hati orang yang Anda sayangi, maka lebih baik mengalah.  Saya tahu hal ini sulit untuk dilakukan. Tapi pertanyaan ini mungkin membantu Anda, “Apakah saya ingin bahagia atau saya ingin diakui benar?” Anda harus memutuskan secara bijak dan menyadari bahwa tidak ada untungnya bertengkar. Dalam situasi seperti itu, mengalahlah dengan rendah hati dan hindari konflik.

4. Tulislah :

Terkadang Anda merasa sangat marah dan frustasi dan juga tidak dimengerti sehingga Anda ingin berteriak sekencang-kencangnya. Di saat seperti itu, Anda pasti membutuhkan pelampiasan. Anda butuh meneriakkannya agar setidaknya ada orang yang mengerti perasaan Anda. Saya sangat tidak setuju dengan ide curhat kepada teman atau keluarga ketika ada masalah dengan pasangan. Yang bisa Anda lakukan ketika hal ini terjadi adalah menulisnya dalam sebuah jurnal atau diary. Menurut saya menulis jurnal atau diary membantu saya menemukan sudut pandang baru dan saya bisa dengan bebas mengungkapkan isi hati saya tanpa menyakiti pasangan saya. Selain itu, saya juga bisa melihat kembali tulisan saya di kemudian hari dan menganalisa perasaan saya, atau introspeksi terhadap sikap saya ketika pada saat itu rasanya ingin menyalahkan istri saya. Menulis jurnal membuat Anda bebas mengungkapkan isi hati Anda tapi juga memberikan  Anda sudut pandang yang sederhana terhadap pemikiran dan sikap Anda sendiri.

5. Tetap Mencintai : 

Pada akhirnya, apapun yang Anda pilih untuk menghindari diskusi yang bisa menciptakan perdebatan dalam hubungan Anda, ingatlah bahwa pasangan Anda adalah partner Anda. Anda berdua berada dalam tim yang sama. Penting diingat bahwa Anda tidak berada di sisi yang berbeda dengan pasangan Anda dan permasalahan itu ada di tengah-tengah Anda berdua. Anda bukanlah musuh bagi pasangan Anda, begitu juga sebaliknya. Anda dan pasangan Anda sama-sama menghadapi masalah itu bersama. Jadi tetaplah bersikap ramah, lembut dan saling mencintai terhadap pasangan Anda.

Saya menyadari bahwa bicara lebih mudah daripada beraksi. Tapi menurut saya, semakin saya mempraktikkan teknik-teknik sederhana ini, saya menjadi semakin mudah melakukannya di kemudian hari. Kuncinya adalah terus waspada dengan kata-kata yang Anda keluarkan dan juga tindakan Anda. Anda perlu memastikan bahwa kata-kata dan tindakan Anda menyenangkan dan ramah, meskipun Anda sedang tidak setuju dengan pasangan Anda. Saya menjamin, jika Anda melakukan hal-hal di atas dengan porsi yang tepat, pernikahan Anda akan penuh dengan rasa hormat, saling memahami dan juga cinta.

 

 

Ditulis oleh Daniel Arseneault
habisnikahngapain.com
Diterjemahkan oleh Fany Arsiyanti

Sumber gambar : www.herworldplus.com

Newsletter signup

Just simple MailerLite form!

Please wait...

Selamat Anda telah bergabung! Silahkan cek email Anda untuk mendapatkan link download eBook GRATIS dari kami.