Dewasa ini, perselingkuhan seringkali terjadi tanpa disadari oleh pelakunya. Anda mencintai pasangan Anda dan Anda tidak akan mengkhianatinya. Mungkin itu yang sedang ada di pikiran Anda. Tapi, apakah Anda tahu, kebanyakan orang yang berselingkuh juga memiliki pemikiran yang sama pada awalnya? Lantas, mengapa sampai bisa terjadi perselingkuhan?

Anda mungkin tidak menyadari tindakan-tindakan yang mengandung ketidaksetiaan. Jika tindakan tersebut berlanjut, Anda akan terperosok lebih dalam dan tahu-tahu sudah berada dalam perselingkuhan yang tidak diharapkan. Dan jika itu terjadi, sudah pasti Anda akan mengalami penderitaan yang tidak Anda inginkan dalam hidup Anda.

Perselingkuhan biasanya menyelinap masuk lewat pintu belakang dan menyamar sebagai keisengan yang menyenangkan atau bahkan ketidaksengajaan. Jika Anda menginginkan pernikahan yang langgeng dan bahagia, coba cek apakah Anda pernah melakukan salah satu dari tindakan di bawah ini. Jika iya, maka Anda perlu mengontrolnya agar tidak terjerumus dalam perselingkuhan.

 

  1. Menggoda

Saling menggoda dengan teman kerja mungkin bisa Anda anggap sebagai sebuah candaan atau Anda bisa berdalih untuk hal itu. Apalagi, bukankah bercanda dengan sedikit menggoda cukup menyenangkan? Mulai dari sekarang, anggap hal ini seperti hama karena bisa membahayakan. Jika seseorang menggoda Anda, jangan digubris. Tapi, tindakan apa saja yang bisa dikategorikan sebagai tindakan menggoda? Pertama, kita harus mengerti makna kata ‘menggoda’.  ‘Menggoda’ biasanya tindakan yang melibatkan pembicaraan maupun perilaku yang menunjukkan kedekatan atau keakraban di antara dua pihak yang lebih daripada batas yang berlaku pada norma social. Tindakan ini bisa berwujud obrolan-obrolan bercanda tentang suami istri atau ironi kehidupan suami istri. Selain itu, tindakan fisik seperti menyibakkan rambut, kontak mata, sentuhan singkat, dll, bisa termasuk dalam aktifitas menggoda.

Orang-orang yang sudah menikah tentu tidak boleh terlibat dalam hal-hal seperti yang telah disebutkan di atas dengan orang lain selain pasangannya, karena tindakan tersebut sudah termasuk tindakan tidak setia yang sama sekali tidak membawa kebaikan bagi rumah tangga Anda. Orang yang terlibat aktivitas saling menggoda mungkin akan menganggapnya sebagai suatu ajakan untuk berselingkuh dan mengantarkan Anda pada suatu hubungan yang tidak Anda harapkan.

  1. Curhat Kepada Lawan Jenis

Ketika Anda menceritakan masalah Anda pada teman lawan jenis Anda, Anda berada pada posisi yang rawan. Hal seperti itu mungkin terlihat wajar dan tidak merugikan. Apalagi, Anda kan hanya butuh tempat curhat atau shoulder to cry on. Tapi alangkah baiknya, jika Anda mempunyai masalah bicarakan dengan pasangan Anda. Dialah pemilik bahu terbaik untuk Anda bersandar. Jika hal itu tidak berhasil, Anda bisa menceritakannya kepada saudara yang terpercaya atau terapis yang kompeten. Tapi sekali lagi, alangkah lebih baiknya jika Anda membicarakannya dengan pasangan Anda di waktu yang tepat. Jangan kepada seseorang yang mungkin menganggap itu  sebagai ajakan untuk menjadi lebih dekat lagi dengan Anda, karena kebanyakan hal seperti ini berakhir dengan perselingkuhan. Tindakan seperti ini juga termasuk tindakan yang tidak setia.

  1. Menghabiskan Waktu Berdua Saja dengan Lawan Jenis

Kategori tindakan tidak setia lainnya adalah ketika Anda makan siang berdua di suatu kafe dengan teman lawan jenis Anda atau mampir sejenak ke rumah lawan jenis Anda untuk mengobrol. Anda boleh saja mengelak dengan mengatakan, “Kami berdua kan sudah dewasa. Sudah sama-sama punya anak. Nggak mungkin lah kami melakukan sesuatu yang melanggar norma”. Okay, tapi sayangnya tidak ada yang tidak mungkin dan segala sesuatu bisa saja terjadi. Jadi, hal seperti ini tidak pantas dilakukan oleh orang yang sudah berpasangan. Lebih baik Anda pulang dan habiskan waktu itu untuk pasangan Anda.

  1. Membicarakan Keburukan Pasangan Anda

Jika Anda memiliki sahabat sejati, Anda tentu tidak akan membicarakan keburukan sahabat Anda ke orang lain, bukan? Nah, pasangan Anda adalah sahabat sejati Anda dan juga orang terakhir yang bisa Anda bicarakan keburukannya. Jika Anda punya unek-unek tentang pasangan Anda, Anda bisa mengatakannya pada mereka langsung. Bicarakan hal-hal yang baik saja tentang pasangan Anda kepada orang lain. Itulah salah satu wujud kesetiaan. Kecuali jika dalam rumah tangga Anda terjadi kekerasan, maka Anda perlu mengadukannya ke teman yang terpercaya, terapis, atau polisi. Anda harus menyelamatkan diri Anda.

  1. Chatting di Internet dengan Teman Lawan Jenis

Jika menurut Anda tindakan ini tidak merugikan, coba pikir ulang. Mungkin awalnya chat biasa, tapi kebanyakan berakhir dengan hal yang tidak biasa. Beberapa orang terlibat dalam tindakan yang dianggap wajar yaitu chatting dengan mantan semasa SMA atau bahkan orang yang baru dikenalnya. Hal kecil bisa memicu hal yang lebih besar lagi, dan sebelum Anda menyadarinya, pernikahan Anda sudah dalam bahaya. Jadi jangan lakukan itu jika Anda tidak ingin pernikahan Anda hancur dan melukai keluarga Anda.

  1. Berdandan untuk Menarik Perhatian Orang Lain Selain Pasangan Anda

Ingin tampil baik di depan orang banyak itu hal yang wajar. Tapi jika Anda berdandan agar terlihat menarik untuk seseorang, maka Anda perlu memeriksa kembali motif Anda. Mencoba menarik perhatian orang lain dengan berdandan lebih atau memakai pakaian seksi adalah salah satu gejala bahwa Anda tidak setia. Hayoo, siapa yang pernah begini?

  1. Menulis Pesan Pribadi untuk Orang Lain

Jika Anda ingin mengucapkan selamat atau bela sungkawa kepada teman Anda, sampaikan itu dari Anda dan juga pasangan Anda agar tidak terjadi kesalahpahaman akan niat Anda.

  1. Tidak Bergairah Terhadap Pasangan Anda

Setia terhadap pasangan Anda berarti menyerahkan diri Anda sepenuhnya kepada pasangan Anda untuk menikmati sisi intim pernikahan Anda. Menahan diri dalam melakukan hubungan seksual dan tidak melakukan bagian Anda dengan sepenuh hati bisa menimbulkan kecurigaan dan kesedihan. Menjadi pasangan yang setia berarti turut serta menjaga keharmonisan rumah tangga dalam segala aspek.

  1. Lebih Mengutamakan Orang Tua daripada Pasangan Anda

Eitss.. Tunggu dulu jangan salah paham. Bukan berarti kita harus durhaka kepada orang tua yaa.. Bagaimanapun, ketika Anda sudah memutuskan untuk menikah, maka Anda telah membentuk sebuah kehidupan baru dengan pasangan Anda. Jadi bagaimanapun juga pasangan Anda harus menjadi yang nomor satu dalam hidup Anda. Jika ada kabar bahagia, seperti kenaikan pangkat, kehamilan atau yang lainnya, beritahukan hal itu kepada pasangan Anda terlebih dahulu, baru kemudian orang-orang terdekat seperti orang tua atau kerabat.

  1. Lebih Mengutamakan Anak daripada Pasangan Anda

Anak adalah buah hati orangtua. Oleh karena itu, anak sangat penting bagi orangtua. Tapi bukan berarti Anda menggeser posisi pasangan Anda dalam prioritas Anda. Pasangan Anda harus menjadi yang nomer satu. Tidak hanya untuk membangun sebuah hubungan yang bahagia, tapi dengan begitu anak Anda akan mendapat perlindungan yang kokoh dari kedua orangtuanya. Coba bayangkan, jika kedua orangtuanya saling mengasihi, anak akan tumbuh di lingkungan yang penuh cinta dan kebahagiaan, bukan?

 

Nah, itu dia 10 gejala yang menunjukkan Anda mulai tidak setia dengan pasangan Anda. Apakah Anda mengalami salah satunya? Jika ada pertanyaan seputar hal di atas silahkan tinggalkan komentar atau hubungi kami di sini.

 

Sumber Artikel dari familyshare.com

Ditulis ulang oleh Fany Arsiyanti
Sumber Gambar dari themodernman.com

Newsletter signup

Just simple MailerLite form!

Please wait...

Selamat Anda telah bergabung! Silahkan cek email Anda untuk mendapatkan link download eBook GRATIS dari kami.